Menuju Madrasah Berkualitas, Rakor Pendis NTT Angkat Tema Sinergitas Pendidikan
![]() |
| Pembukaan Rakor Pendidikan Islam Kanwil Kemenag NTT |
Kupang — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan Islam tingkat provinsi pada Rabu, (4/02/2026) di Hotel Kristal Kupang. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergitas Membangun Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi.”
Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT yang menegaskan bahwa pendidikan madrasah harus terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sinergi antara seluruh satuan kerja, mulai dari bidang pendidikan Islam, kantor Kemenag kabupaten/kota, hingga madrasah, menjadi kunci utama peningkatan kualitas pendidikan.
“Madrasah tidak cukup hanya berjalan secara administratif. Kita harus membangun sistem pendidikan yang unggul, ramah terhadap peserta didik, serta terintegrasi dalam layanan, data, dan pengelolaan,” ujarnya.
Kakanwil juga menekankan tiga hal penting yang harus menjadi perhatian bersama, yakni kolaborasi madrasah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), penerapan teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran dan layanan, serta pembenahan manajemen madrasah secara berkelanjutan.
Baca Juga: Kemenag Terbitkan Juknis Pengelolaan Dana dan Sumber Daya Pendidikan oleh Komite Madrasah
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kakanwil menyampaikan beberapa strategi yang dapat dilakukan, antara lain: pelatihan berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan, pembentukan komunitas kelompok belajar guru, penguatan kapasitas madrasah, menciptakan madrasah digital dan terpadu, serta membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.
Kakanwil juga menyampaikan beberapa poin perjanjian kinerja yang harus dilaksanakan para kepala madrasah sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu layanan pendidikan, penguatan tata kelola lembaga, serta peningkatan akuntabilitas program dan anggaran.
Ia juga menegaskan pentingnya akuntabilitas pengelolaan anggaran, pemanfaatan data EMIS secara akurat, serta pemerataan guru agar tidak terjadi penumpukan tenaga pendidik di satu madrasah dan kekurangan di madrasah lainnya.
Selain itu, Rakor menjadi ruang evaluasi program sekaligus penyamaan persepsi terkait implementasi kebijakan Kementerian Agama, termasuk peningkatan mutu pembelajaran, penguatan moderasi beragama, digitalisasi layanan pendidikan, dan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas jenjang agar program pendidikan Islam dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Melalui Rakor ini kita ingin memastikan seluruh kebijakan pusat dapat diterjemahkan secara seragam hingga ke tingkat madrasah,” jelasnya.
Rakor diikuti oleh para Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag kabupaten/kota, dan kepala madrasah negeri se wilayah NTT.
Diharapkan melalui pertemuan ini lahir komitmen bersama dalam membangun madrasah yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan layanan pendidikan yang humanis bagi peserta didik.
Pewarta: Humas Pendis Alor
.png)
.jpg)
Tidak ada komentar